Di Matteo Butuh Keberuntungan, namun Dia Pernah Memperolehnya

Maret 10, 2015 10:54 am Published by Leave your thoughts
 Di Matteo Butuh Keberuntungan, namun Dia Pernah Memperolehnya


Di Matteo Butuh Keberuntungan, namun Dia Pernah Memperolehnya

Madrid – Bakal berlaga di Santiago Bernabeu dengan defisit kekalahan dua gol bikin kans Schalke relatif tidak besar. Pelatih mereka, Roberto di Matteo, bakal jadi aspek sendiri.

Tim asal Jerman itu kalah 0-2 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dua minggu lantas. Malam ini, atau Rabu (11/3/2015) dinihari WIB, Kevin Prince Boateng dkk. bakal mempertaruhkan bekas harapannya di markas lawannya.

Mencetak kemenangan semakin besar di kandang Madrid bakal jadi hal ” elegan ” buat Schalke. Terlebih mereka juga alami hal sama di musim lantas. Kalah telak 1-6 di leg pertama di Veltins Arena, di pertandingan ke-2 The Royal Blues terus kalah walaupun lebih ” lunak “, yakni 1-3.

Salah satu bekal besar Schalke untuk memerankan kompetisi kelak yaitu Di Matteo. Sekurang-kurangnya, bukanlah dia yang ada di bench Schalke saat dilumat Madrid di musim lantas dengan score agregat 2-9 itu.

Di Matteo baru menukangi Schalke pada awal Oktober lantas, serta dia selama ini terbilang sukses. Saat dia masuk Schalke ada di posisi ke-11 di klassemen Bundesliga. Saat ini? Pasukannya bercokol di peringkat ke lima.

Dalam jumpa pers Di Matteo mengaku timnya membutuhkan keberuntungan untuk dapat menjegal Madrid serta maju ke babak perempatfinal. Namun ia mempunyai pengalaman bernilai yang mungkin saja dapat nampak lagi kelak malam.

Di musim 2011/2012 Di Matteo dengan cara mengagetkan membawa Chelsea memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya. Walau sebenarnya ia baru memegang tim tersebut di bln. Maret.

Pekerjaan pertamanya di Eropa saat itu yaitu membalikkan keadaaan sesudah Chelsea kalah 1-3 dari Napoli di leg pertama. Apa yang berlangsung lalu? Orang Italia itu sukses menunaikan misi itu. Di Stamford Bridge Chelsea menggasak Napoli 4-1, serta mereka maju ke perempatfinal.

Ujian berat menghadang Di Matteo lagi di babak semi final, waktu hadapi Barcelona. Mereka memanglah menang di leg pertama di London, namun skornya ” minimal ” dengan kata lain 1-0. Di Camp Nou, Chelsea bahkan juga kehilangan kapten John Terry yang dikartu merah di babak pertama. Akhirnya? Chelsea sukses menahan imbang El Barca 2-2 serta menembus final.

Di pertandingan puncak Chelsea bersua Bayern Munich. Nikmatnya buat Bayern, kompetisi itu telah mulai sejak awal dijadwalkan di gelar di Allianz Arena. Alhasil, Bayern saat itu seolah-olah jadi tuan rumah.

Akhirnya? Bayern buka score di menit 83 lewat Thomas Mueller. Hebatnya, Chelsea sukses menyamai kedudukan lima menit berselang lewat Didier Drogba. Akhir narasi yaitu narasi manis untuk Chelsea, mereka menang serta juara lewat adu penalti. Di Matteo-lah manajer pertama yang pernah mengantarkan Chelsea juga sebagai club paling baik di Eropa.

Apakah keberuntungan dia bakal nampak lagi di Santiago Bernabeu?

Categorised in:

This post was written by kijang kijang